Kata tetua-tetua writers,
“Guys, judul itu harus
menarik, menggambarkan isi dan mind catching!”
Telaah:
√ menarik (buktinya ada yang buka postingan ini)
√ menggambarkan isi (you can trust me! I won't lie to you.)
√ mind catching (bahasa inggris yang seenak udel biasanya bikin orang jadi)
So, are I success?
Hihihi
Welcome!
Oso oseyo!
Selamat datang!
Commitment.
Ketika menulis ini, aku memfokuskan diriku tentang satu kata.
Beberapa hari terakhir, aku memang sedang tergila-gila, cinta setengah
mati pada satu kata itu.
Komitmen.
Guest why?
Karena ngerapel baca buku
Secret, Power (baru 5%-nya kelar) dan terutama buku Hero-nyass Rhonda
Bryne. [Pssst, ada yang pernah baca? Bagus ya! Kalau belum, buruan gih. We always
have a chance to change our life. To live on our life.] Di buku Hero
(terutama), ada satu rumus penting yang akhirnya aku temukan di dalam buku itu.
#SIGH
Di wallpaper blackberry juga kutempel gambar.
![]() |
| Lupa ambil dimana kemarin. Thanks Googs. |
Kita tidak akan menemukan definisi commitment
ataupun komitmen di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). So, ayo beralih ke kamus google.
The definition of a commitment is a promise or agreement to do
something.
[www.yourdictionary.com/commitment]
Terjemahan paling sederhananya…komitmen adala sebuah janji atau
kesepakatan untuk melakukan sesuatu.
Sudah jadi rahasia lama buatku bahwa jika sesuatu tidak kamu terima
sebagai bakat lahiriah-alamiah-genetikal maka kamu harus mendapatkannya dengan
cara berlatih. Satu-satunya cara supaya ‘bisa’ dan ‘mampu’ ya cuma berlatih. Dilatih.
Sering-sering melakukannya sampai kita terbiasa. Contohnya yah bukannya mau
sombong ya, tapi bisa ambil aku sebagai contoh kecilnya. Aku masuk ke fakultas
kedokteran gigi sama sekali awam dan buta tentang pergigian. Walaupun ortu punya
teman dokter gigi dan aku juga punya dokter gigi langganan, tapi aku sebenarnya
tidak mengenal mereka secara personal yang itu berarti sama saja aku tidak
kenal mereka sama sekali. Jadi perjuangan di FKG itu benar-benar dari nol. Dari
yang tidak tahu apa-apa dan tidak bisa apa-apa. Dari sekian tahun sekolah dan
latihan, pada akhirnya aku ternyata bisa juga ability-abilty pergigian yang
kukira kemarin impossible buatku. Btw thanks God!
Omong-omong soal berlatih…itulah kenapa aku membuat judul how to increase.
Bagi kita-kita yang terbiasa malas dan menolak rajin, we need to increase. Kita
perlu menikngkatkan kemampuan. Sampai kiamat datangpun bakal tidak akan datang
dengan sendirinya karena hari kelahiran kita sudah lewat sekian tahun yang
lalu. Face the truth! Kita-kita yang ingin punya kemampuuan tertentu namun
tidak punya bakat dari lahir memang harus berlatih lebih giat daripada siapapun.
Bersyukurlah pada kenyataan ini. Masih untung Tuhan menghadiahkan kemampuan
untuk berlatih daripada membuat kita putus asa sama sekali karena tidak punya
bakat. Ya toh.
Nah. Kita tarik benangnya sekarang.
Komitmen ≠ bakat = berlatih!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Aku tahu kamu memahami apa yang kamu ingin sampaikan dengan kata-kata. Aku tahu kamu orang baik dan tidak akan bersikap konyol dan kekanakan dengan berkomentar yang tidak sepantasnya. Aku percaya padamu, komentator.